Perlu juga dipahami bahwa biasanya para perempuan akan bekerja di perkebunan kelapa sawit bila mereka dalam kondisi butuh, sementara bila pilihannya menjadi karyawan mesti mengikuti aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Maka itu biasanya para perempuan tersebut akan lebih memilih bekerja bila ada kebutuhan, dimana kondisi ini masih tidak tersentuh oleh regulasi. “Maka mereka bekerja secara musiman, apakah kemudian persyaratannya dipenuhi? Lagi-lagi fungsi pengawasan menjadi kunci utama,” katanya.
Lebih lanjut kata Sumarjono, dulu pernah muncul istilah Family Gank, dan itu tidak dipermasalahkan, namun kini bila terdapat anak dibawa ke lapangan untuk kutip berondolan sudah tidak bisa dilakukan lantaran melanggar regulasi.
