Yang mana setiap harinya, rata-rata truk angkut TBS (Tandan Buah Segar) akan melakukan pengisian bahan bakar Bio-CNG sebanyak 1 kali dengan estimasi jarak tempuh 100 kilometer, dengan volume berkisar 50 Nm3 dan tekanan hingga 200 bar setiap 1 kali pengisian.
Lantaran saat ini Perseroan baru mengoperasikan satu instalasi Bio-CNG, pemanfaatan Bio- CNG masih sepenuhnya untuk keperluan internal Perseroan. Namun, Perseroan akan memulai proyek percontohan untuk program konversi truk masyarakat.
Tercatat hingga akhir tahun 2023, sudah ada 4 mitra masyarakat pengangkut TBS yang menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan yang akan segera berjalan tersebut. “Kedepannya seiring dengan penambahan instalasi Bio-CNG, Perseroan berharap akan lebih banyak lagi unit truk masyarakat yang dapat dikonversikan menggunakan bahan bakar Bio-CNG,” kata Hendrawan. (T2)
