InfoSAWIT, JAKARTA – Truk Tandan Buah Segar (TBS) dan pengangkutan minyak sawit mentah (CPO) di PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) sebagian besar dimiliki dan dioperasikan oleh masyarakat, menariknya kemitraan jangka panjang itu juga menerapkan penggunaan bakar terbarukan berbasis Bio-CNG, proyek konversi truk masyarakat pun dilakukan guna memperluas pemanfaatan bahan bakar Bio-CNG.
Sebagai salah satu upaya dalam menerapkan janji praktik sawit berkelanjutan, pihak DSNG juga telah melakukan penggunaan bahan bakar berbasis Bio CNG, yang bersumber dari limbah POME minyak sawit.
Namun demikian, kendati telah mengadopsi bahan bakar terbarukan berbasis Bio-CNG bukannya tanpa tantangan, DSNG menghadapi hambatan utama dalam mengubah truk petani sawit ke bahan bakar berbasis Bio-CNG dengan mengatasi kekhawatiran terkait dampak mesin dan nilai jual kembali setelah kontrak kemitraan itu berakhir.
BACA JUGA: Mimika Kembangkan Perkebunan Sawit di Lahan 7.000 Hektare, Pabrik CPO Siap Beroperasi 2025
Untuk menanggulangi hal ini, perusahaan menyediakan informasi komprehensif tentang manfaat Bio-CNG, seperti pengurangan emisi GRK dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah.
Namun tantangan terbesar adalah memperluas pemanfaatan bahan bakar Bio-CNG yang menjangkau pihak ketiga di luar Perseroan seperti masyarakat, terlebih mereka merupakan penyedia jasa transportasi angkut buah TBS dan CPO Perseroan.
Saat ini masyarakat belum mengenal bahan bakar Bio-CNG dan manfaatnya, sehingga ada kekhawatiran terhadap dampak mesin kendaraan dan nilai jual kembali setelah kontrak kemitraan itu berakhir. Sebab itu Perseroan juga menawarkan tarif sewa yang kompetitif untuk perangkat konversi dan berkomitmen untuk mengembalikan truk ke diesel setelah kontrak berakhir.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,29 Pada Senin (19/8), di Bursa Malaysia Justru Turun
Lantas diungkapkan Direktur PT Dharma Satya Nusantara Tbk., Albertus Hendrawan, tantangan kedua adalah keterbatasan jaringan stasiun pengisian ulang Bio-CNG untuk jarak tempuh yang jauh. “Saat ini baru tersedia 2 unit stasiun pengisian Bio-CNG Perseroan, sehingga truk harus kembali ke instalasi untuk melakukan pengisian ulang,” kata Hendrawan kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
