Kolaborasi RSPO dan IDH Indonesia Dorong Keterlibatan Petani Sawit Aceh Tamiang dalam Rantai Pasok Sawit Berkelanjutan

oleh -3.685 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Deputi Direktur Transformasi Pasar (Indonesia), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), M. Windrawan Inantha (berkacamata) berdiskusi dengan petani sawit swadaya Aceh.

InfoSAWIT, ACEH TAMIANG – Deputi Direktur Transformasi Pasar (Indonesia) di Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), M. Windrawan Inantha, baru-baru ini mengungkapkan potensi besar dalam mengintegrasikan petani sawit independen (swadaya) bersertifikasi RSPO ke dalam rantai pasok fisik PT Mora Niaga Jaya, salah satu anggota RSPO yang berkomitmen terhadap keberlanjutan.

Dalam kunjungannya beberapa minggu lalu ke Aceh Tamiang bersama Direktur Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) Indonesia, Nassat Idris, Ia menjelaskan bahwa misi utama mereka adalah mengeksplorasi peluang menghubungkan petani kecil mandiri yang bersertifikasi RSPO dengan rantai pasok yang sudah mapan dan berkelanjutan.

“Selama kunjungan ini, kami berkesempatan berdiskusi dengan para petani kecil independen yang penuh semangat, tim dari Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) Aceh Tamiang, serta tim PT Mora Niaga Jaya yang berkomitmen kuat terhadap keberlanjutan. Kemungkinan untuk menjembatani para petani ini dengan rantai pasok yang berkelanjutan tidak hanya menjanjikan, tetapi juga sangat penting,” jelas Windrawan dikutip InfoSAWIT, Senin (21/10/2024).

BACA JUGA: PWPM Aceh dan BPDPKS Gelar Workshop UKMK Sawit Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Aceh

Salah satu tantangan utama dalam mengintegrasikan petani sawit swadaya dalah logistik, keuangan, dan aspek teknis. Meskipun perusahaan besar sawit telah mengembangkan sistem keterlacakan (traceability), para petani kecil sering kali kesulitan untuk terhubung karena kurangnya perjanjian formal yang menyebabkan sulitnya melacak hasil produksi mereka. Kesenjangan ini menghambat upaya untuk memenuhi standar internasional dan mencapai keberlanjutan penuh dalam industri sawit.

Windrawan mengutarakan bahwa menggabungkan petani kecil ke dalam sistem keterlacakan perusahaan adalah langkah strategis yang dapat meningkatkan keberlanjutan dan transparansi rantai pasok. Dengan menjalin kemitraan, membangun kapasitas, mengalokasikan sumber daya, dan memanfaatkan teknologi, perusahaan dapat memastikan bahwa minyak sawit dari petani kecil memenuhi standar minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO).

“Ini adalah kesempatan besar untuk menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” tambahnya. “Petani kecil bisa mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas, sementara perusahaan dapat memastikan rantai pasok yang lebih transparan dan sesuai dengan standar keberlanjutan.”

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Sintang Belajar Praktik Perkebunan Berkelanjutan di Sabah

Windrawan juga memberikan apresiasi kepada IDH Indonesia, para petani sawit swadaya, PUPL Aceh Tamiang, dan PT Mora Niaga Jaya atas komitmen mereka dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Ia optimis bahwa kolaborasi ini akan membuka jalan bagi inklusivitas dan keberlanjutan di seluruh rantai pasok sawit.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang meningkatkan keberlanjutan di sektor sawit, tetapi juga tentang membangun kemitraan yang inklusif dan membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat,” tandas Windrawan. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com