Menurut data Global Forest Watch, Malaysia berhasil mengurangi kehilangan hutan primer hingga 57% pada 2022. Selain itu, area perkebunan kelapa sawit menurun 4,2% dalam empat tahun terakhir, yang berkontribusi pada stabilitas produksi minyak sawit di bawah 19,85 juta ton sejak 2019.
Penurunan ini mencerminkan prioritas Malaysia terhadap pelestarian lingkungan, termasuk langkah menghentikan ekspansi lahan baru. “Malaysia semakin memperkuat posisinya sebagai negara berisiko rendah dalam sistem benchmark EUDR,” tandas Belvinder Sron. (T2)
