Penundaan EUDR Dikritik sebagai Langkah Mundur, Kategori Tanpa Risiko Dinilai Diskriminatif 

oleh -3.521 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/foto: Bernadus Ritchard/Ilustrasi perkebunan sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Parlemen Eropa resmi mengadopsi proposal penundaan implementasi Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR) selama satu tahun melalui voting pada Kamis, 14 November 2024. Penundaan ini mengacu pada usulan yang diajukan oleh Komisi Eropa pada 2 Oktober 2024. Selain itu, Parlemen juga menyetujui delapan amandemen terhadap teks regulasi, termasuk pengenalan kategori “Tanpa Risiko” yang menuai kritik tajam dari berbagai pihak. 

Regulasi EUDR, yang semula dirancang untuk mulai berlaku pada Januari 2025, bertujuan menekan deforestasi dengan memberlakukan standar ketat pada produk seperti minyak sawit, kedelai, dan kakao yang masuk ke pasar Uni Eropa. Namun, penundaan dan amandemen yang disetujui dianggap berisiko melemahkan tujuan utama regulasi tersebut. 

 

Kategori Baru: Tanpa Risiko

Salah satu amandemen yang kontroversial adalah penambahan kategori no risk (Tanpa Risiko) dalam sistem penilaian negara yang sebelumnya terdiri dari kategori risiko tinggi, rendah, dan standar. Negara dengan kategori no risk tidak diwajibkan melakukan due diligence dan hanya perlu mengaudit 0,1% dari impor mereka. 

BACA JUGA: Parlemen Uni Eropa Setujui Penundaan Penerapan UU Deforestasi Setahun Kedepan

Kriteria untuk kategori ini mencakup stabilitas atau peningkatan kawasan hutan sejak 1990, kepatuhan terhadap Perjanjian Paris, serta penerapan transparan regulasi konservasi hutan di tingkat nasional. 

Menurut Direktur Eksekutif Satya Bumi, Andi Muttaqien, kategori ini merupakan bentuk diskriminasi yang merugikan negara-negara produsen seperti Indonesia, Malaysia, dan Brasil. “Penambahan klausul ini secara terang-terangan melindungi negara anggota Uni Eropa, sementara menekan negara produsen yang berpotensi dikategorikan sebagai high risk,” ujar Andi dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (16/11/2024). 

Klausul no risk dinilai memberikan keuntungan tidak adil kepada negara-negara Uni Eropa, yang memungkinkan mereka menghindari persyaratan ketat. Hal ini dapat mendorong perusahaan Eropa untuk mengganti pemasok dari negara dengan risiko tinggi ke negara no risk, sehingga meminggirkan negara produsen di Asia dan Amerika Selatan. 

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,63 persen Pada Jumat (15/11), Harga CPO Mingguan Naik 0,42 Persen

European People’s Party (EPP), partai yang mendukung amandemen ini, menyatakan bahwa prioritas mereka adalah memastikan negara anggota dengan pengelolaan hutan baik diklasifikasi sebagai zero risk. Namun, Andi menegaskan bahwa tidak ada negara yang sepenuhnya bebas dari degradasi hutan. “EUDR harus diterapkan secara setara tanpa diskriminasi,” tegasnya. 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com