InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Malaysian Palm Oil Council (MPOC) menyambut baik keputusan Uni Eropa untuk menunda implementasi Regulation on Deforestation-free Products (EUDR) selama 12 bulan. Namun, MPOC mendesak Uni Eropa untuk mengklasifikasikan Malaysia sebagai negara berisiko rendah dalam sistem penilaian empat tingkat yang diperkenalkan baru-baru ini.
“Penundaan ini memberikan peluang bagi Uni Eropa untuk bekerja sama dengan Malaysia memastikan petani kecil tidak terpinggirkan dari rantai pasok internasional,” ujar CEO MPOC Belvinder Sron, dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Sabtu(16/11/2024).
EUDR, yang dirancang untuk mencegah produk dari lahan yang mengalami deforestasi masuk ke pasar Uni Eropa, telah diperbarui dengan kategori baru dalam sistem penilaiannya: no risk (tanpa risiko). Menurut Ms. Sron, kategori ini dapat menjadi celah bagi Uni Eropa untuk melindungi perusahaan domestiknya sekaligus memberikan beban lebih besar bagi mitra dagang internasional.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,63 persen Pada Jumat (15/11), Harga CPO Mingguan Naik 0,42 Persen
“Pendekatan dua tingkat seperti ini adalah bentuk proteksionisme terselubung. Malaysia telah bekerja keras untuk mematuhi EUDR, dan perlakuan diskriminatif seperti ini akan mengirimkan pesan yang salah kepada dunia,” katanya.
MPOC meminta Uni Eropa untuk menerima skema Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) sebagai alat kepatuhan EUDR yang efektif. MSPO adalah standar lingkungan nasional pertama di dunia yang diamanatkan secara hukum, bertujuan memperkuat ketelusuran dan keberlanjutan dalam industri kelapa sawit.
Hingga saat ini, MSPO mencakup lebih dari 80% industri kelapa sawit Malaysia, termasuk mayoritas dari 450.000 petani kecil yang mengelola sekitar 27% total area perkebunan kelapa sawit negara tersebut.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 15-21 November 2024 Naik Rp 107,46/Kg
“Skema MSPO telah berkontribusi besar dalam mengurangi deforestasi. Kami berharap Uni Eropa mengakui standar ini dalam sistem benchmark-nya,” tutur Belvinder Sron.
