Mereka juga menyoroti Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia bersama Brasil dan Kongo. “Keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk Segitiga Karang Dunia, adalah aset penting yang harus dilindungi, bukan dirusak melalui deforestasi,” ujar Prof. Hadi.
Prof. Hadi menambahkan, kelestarian hutan berdampak langsung pada kehidupan jutaan keluarga tani yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. “Sebanyak 27.000 desa mengelilingi 125 juta hektare kawasan hutan negara. Jika hutan rusak, kehidupan mereka juga terancam,” pungkasnya.
Kritik ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dalam setiap kebijakan, khususnya terkait perkebunan kelapa sawit. (T2)
