InfoSAWIT, BANJARBARU – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, berharap agar masalah kawasan hutan yang tengah ditangani oleh Satgas yang baru dibentuk dapat segera diselesaikan. Menurutnya, penyelesaian permasalahan ini sangat penting untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
“Kita berharap tidak terlalu lama masalahnya bisa selesai. Saat ini, produksi kita stagnan sementara konsumsi terus meningkat. Ini harus diantisipasi dengan serius agar tidak berdampak pada berkurangnya ekspor kelapa sawit Indonesia,” ujar Eddy Martono dikutip InfoSAWIT dari Diskominfo Kalimantan Selatan, Kamis (20/2/2025).
Eddy menjelaskan bahwa Satgas yang dibentuk pemerintah sedang bekerja keras dalam menyelesaikan masalah ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sekitar 3,2 juta hektar kawasan yang menjadi sorotan, yang tidak hanya melibatkan perusahaan besar tetapi juga kepemilikan masyarakat.
BACA JUGA: Anggota Komisi XI Pertanyakan Progres Biodiesel Sawit dan Nasib Petani Sawit
“Dari 436 perusahaan yang sudah diverifikasi oleh Satgas berdasarkan SK Kemenhut No. 36, ada sekitar 200 perusahaan anggota GAPKI yang masih dalam proses verifikasi. Luasannya bervariasi, ada yang hanya 10 hektar, 50 hektar, bahkan hingga 100 hektar,” tambahnya.
Menurut Eddy, salah satu fokus utama GAPKI saat ini adalah mendukung peremajaan sawit rakyat sebagai solusi untuk mengatasi stagnasi produksi.
“Kita melihat bahwa peremajaan sawit rakyat sangat penting. Kita menghadapi ancaman besar jika konsumsi terus meningkat sementara produksi stagnan dan produktivitas menurun. Ini bisa menjadi masalah besar bagi industri kita,” jelasnya.
BACA JUGA: Indonesia Economic Summit (IES) 2025: Pertumbuhan Berkelanjutan Bergantung Pada Tiga Faktor
Eddy juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai fokus pada penyelesaian masalah kawasan hutan, yang menurutnya merupakan salah satu hambatan utama dalam program peremajaan sawit rakyat.
“Tema hari ini sangat tepat, karena dengan menyelesaikan masalah kawasan hutan, kita membuka jalan untuk peremajaan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan adanya langkah cepat dari Satgas dan dukungan dari GAPKI, diharapkan sektor kelapa sawit Indonesia dapat berkembang lebih optimal, memastikan ketahanan produksi guna memenuhi permintaan konsumsi yang terus meningkat di pasar global. (T2)
