Menata Persepsi Deforestasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

oleh -4.380 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Edi Suhardi, Analis Minyak Sawit Berkelanjutan dan Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Kedua, Pembedaan deforestasi dan konversi lahan produksi, deforestasi harus didefinisikan sebagai perubahan atau konversi kawasan hutan yang telah ditetapkan sebagai kawasan lindung atau konservasi berdasarkan kajian HCV dan HCS. Perubahan atau kehilangan tutupan hutan di kawasan produksi tidak boleh dianggap sebagai deforestasi tanpa adanya kajian ilmiah yang mendalam.

Lantas  Ketiga, pengenalan konsep “Deforestasi yang Sah”, pemerintah perlu memperkenalkan konsep “deforestasi yang sah” untuk kawasan tertentu yang telah ditetapkan sebagai lahan investasi. Hal ini bertujuan untuk menjawab tuduhan deforestasi yang sering muncul terkait tiga aspek utama, yaitu status tutupan lahan, hutan produksi, serta kawasan dengan stok karbon rendah (non-HCS) dan nilai konservasi rendah (non-HCV). Namun, konsep ini harus didasarkan pada kajian nasional mengenai HCV, HCS, dan hutan primer sebagai dasar untuk menetapkan kembali penggunaan lahan hutan di Indonesia.

Penyelesaian perbedaan persepsi tentang hutan dan deforestasi merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan investasi di sektor kelapa sawit. Jika pemerintah berhasil menerapkan pendekatan berbasis ilmiah dalam pengelolaan hutan dan deforestasi, maka keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, serta konservasi lingkungan dapat dicapai. Dengan demikian, Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dalam industri sawit global tanpa mengorbankan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)

Penulis : Edi Suhardi/Analis Keberlanjutan

Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com