Selain pembangunan infrastruktur industri, Kementan juga menaruh perhatian khusus pada peran generasi muda. Mentan mendorong skema pengelolaan lahan hingga 5 hektare bagi petani milenial agar terlibat langsung dalam sektor perkebunan.
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) turut diminta memainkan peran strategis dalam penyediaan bibit unggul dan pengelolaan lahan secara presisi.
Tak hanya mengejar target produksi dan nilai tambah, Amran juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja. Salah satu indikator keberhasilan program ini akan diukur dari jumlah Hari Orang Kerja (HOK) yang terserap dalam tiga tahun ke depan.
BACA JUGA: Agrinas dan GAPKI Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Sawit, Gugus Tugas pun Dibentuk
Untuk memastikan percepatan implementasi, Mentan memberi batas waktu dua hari kepada jajarannya guna menyelesaikan seluruh rencana secara rinci.
“Kalau kita lambat, kita akan tertinggal. Tapi kalau kita bergerak cepat dan kompak, kita bisa pimpin,” tandas Amran.
Melalui strategi ini, Kementerian Pertanian menargetkan terwujudnya peningkatan nilai tambah produk perkebunan, sekaligus mempercepat kemandirian pangan dan energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri. Ini menjadi bagian dari kontribusi sektor pertanian dalam menjawab visi besar Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi hilirisasi yang berdaulat dan berdaya saing tinggi. (T2)
