Sementara itu, studi lain dalam World Journal of Cardiology menunjukkan bahwa minyak sawit dan minyak zaitun memberikan efek yang sebanding terhadap kolesterol darah dan profil lipoprotein.
Meskipun fakta ilmiah telah tersedia secara luas, masih ada narasi yang keliru dan menyesatkan publik soal minyak sawit. MPOC menilai hal ini sebagai ironi, mengingat bukti ilmiah dan kebijakan kesehatan global justru telah menempatkan minyak sawit sebagai alternatif sehat dan aman.
“Dalam isu lemak trans, sebetulnya hanya ada dua hal yang penting dan perlu diingat,” tulis MPOC. “Pertama, lemak trans berbahaya. Kedua, minyak sawit tidak mengandung lemak trans. Sesederhana itu.”
BACA JUGA: Mentan Amran Matangkan Strategi Swasembada Gula dan Hilirisasi Sawit Lewat Rapat Maraton Akhir Pekan
Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, mulai dari bebas lemak trans, stabilitas alami, hingga ketersediaan berkelanjutan, minyak sawit kini menjadi andalan industri pangan global yang tengah meninggalkan lemak trans demi produk yang lebih sehat. Dukungan terhadap penggunaan minyak sawit bukan hanya soal ekonomi dan industri, tetapi juga menyangkut komitmen terhadap kesehatan publik berbasis sains yang dapat dipertanggungjawabkan.
Saatnya publik mendapatkan informasi yang jernih dan akurat—bahwa minyak sawit bukan masalah, tapi bagian dari solusi. (T2)
