Ombudsman RI dan IPOSS Bahas Penguatan Tata Kelola Sawit Lewat Riset dan Pengawasan

oleh -2.335 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ombudsman Republik Indonesia membuka ruang kolaborasi baru dengan lembaga riset Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) dalam rangka memperkuat tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Yeka menyambut baik pendekatan riset yang ditawarkan IPOSS. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pengawasan dan lembaga riset strategis seperti IPOSS dapat menjadi motor penting dalam mereformasi tata kelola industri sawit nasional.

“Jika kita benahi tata kelola industri sawit secara serius dan sistematis, potensi peningkatan pendapatan negara bisa mencapai Rp200 triliun. Tapi ini butuh komitmen dan kehadiran lembaga nasional khusus yang fokus dan terintegrasi dalam menangani isu-isu sawit,” jelas Yeka.

Yeka juga menyoroti pentingnya belajar dari negara lain, seperti Malaysia, yang meskipun memiliki lahan lebih sempit dibanding Indonesia, mampu mencatat produktivitas tinggi dan kualitas hasil panen yang unggul. “Kita perlu menyesuaikan praktik terbaik dari luar dengan konteks Indonesia agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

BACA JUGA: Satgas PKH Serahkan 833 Ribu Hektare Lahan Sawit ke PT Agrinas Palma Nusantara

Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan tata kelola industri sawit yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kelembagaan. Ombudsman RI berharap kemitraan ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga langkah konkret untuk menjamin pelayanan publik di sektor sawit berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan IPOSS. Sinergi antara pengawasan dan riset adalah kunci menuju reformasi sektor sawit yang sesungguhnya,” tutup Yeka. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com