InfoSAWIT, JAKARTA — Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa surplus kumulatif perdagangan selama semester I 2025 mencapai USD 19,48 miliar, tumbuh signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD 15,58 miliar.
“Surplus ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia tetap tangguh dan kompetitif meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan,” ujar Menteri yang akrab disapa Mendag Busan dalam keterangan pers dikutip InfoSAWIT, Rabu, (6/8/2025).
Pendorong utama surplus tersebut adalah sektor nonmigas yang membukukan angka surplus sebesar USD 28,31 miliar, meningkat dari USD 25,69 miliar pada semester I 2024. Surplus terbesar tercatat dalam hubungan dagang dengan Amerika Serikat (USD 9,92 miliar), disusul India (USD 6,64 miliar), dan Filipina (USD 4,36 miliar).
Secara keseluruhan, total ekspor Indonesia selama enam bulan pertama 2025 mencapai USD 135,41 miliar atau naik 7,70 persen secara tahunan (CtC). Kinerja ini bahkan melampaui target pertumbuhan ekspor nasional 2025 yang ditetapkan sebesar 7,10 persen.
Ekspor nonmigas tumbuh 8,96 persen menjadi USD 128,39 miliar. Di dalamnya, industri pengolahan menyumbang porsi terbesar dengan kontribusi 83,81 persen. Sektor pertambangan menyumbang 13,55 persen dan sektor pertanian sebesar 2,64 persen.
Meskipun kontribusinya masih kecil, ekspor pertanian mencatat lonjakan signifikan hingga 49,77 persen. Komoditas seperti kopi, kelapa, manggis, dan juga kelapa sawit turut menopang pertumbuhan ini, menunjukkan bahwa produk agrikultur Indonesia makin diminati pasar dunia.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Juli 2025 Naik Rp129,51 per kg
Tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi adalah kakao dan olahannya (naik 129,86 persen), kopi, teh, dan rempah-rempah (86,50 persen), serta timah dan produk turunannya (80,88 persen).
Kinerja Ekspor Juni Tetap Positif
Untuk periode Juni 2025, Indonesia mencatat ekspor senilai USD 23,44 miliar. Meski mengalami penurunan 4,78 persen dibanding Mei secara bulanan (MoM), secara tahunan (YoY) ekspor tetap tumbuh 11,29 persen.
