InfoSAWIT, MUMBAI — Impor minyak sawit India pada Juli tercatat turun akibat pembatalan sejumlah kontrak, sementara impor minyak kedelai (soyoil) justru melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun berkat harga yang lebih kompetitif dan masuknya kiriman tertunda dari Juni lalu. Hal ini disampaikan oleh lima pedagang kepada media.
Penurunan impor sawit oleh India — negara importir minyak nabati terbesar di dunia — berpotensi memicu penumpukan stok di dua produsen utama, Indonesia dan Malaysia, serta memberi tekanan pada harga acuan minyak sawit di Bursa Malaysia.
Menurut estimasi para pedagang, impor sawit India pada Juli merosot 10% menjadi 858 ribu ton metrik, turun dari level tertinggi 11 bulan yang tercapai pada Juni.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Senin (11/8), Stok CPO Malaysia Diprediksi Meningkat
Sebaliknya, impor soyoil melonjak 38% secara bulanan menjadi 495 ribu ton, tertinggi sejak tiga tahun terakhir. Lonjakan ini didorong oleh pembongkaran muatan kapal yang tertunda di Pelabuhan Kandla, Gujarat, pada Juni lalu.
Impor minyak bunga matahari (sunflower oil) turun 7% menjadi 201 ribu ton. Meski demikian, kenaikan impor soyoil mendorong total impor minyak nabati India pada Juli naik 1,5% menjadi 1,53 juta ton — tertinggi sejak November tahun lalu. Angka tersebut belum termasuk kiriman bebas bea yang masuk lewat jalur darat dari Nepal.
Dilansir InfoSAWIT dari India Times, Senin (11/8/2025), Aashish Acharya, Wakil Presiden Patanjali Foods Ltd — salah satu importir minyak nabati terbesar di India — mengatakan, setelah pembelian minyak nabati yang relatif rendah pada paruh pertama 2025, India kini meningkatkan impor untuk memenuhi permintaan yang naik menjelang musim festival.
Permintaan minyak nabati, khususnya sawit, biasanya meningkat saat musim perayaan karena konsumsi makanan manis dan gorengan melonjak.
BACA JUGA: ITB, Pertamina, Pindad dan BPDP Sinergi Kembangkan Industri Bahan Bakar Nabati
Rajesh Patel, Managing Partner GGN Research, menambahkan bahwa impor akan tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan seiring upaya kilang untuk mengisi kembali stok mereka.
India mengimpor sawit terutama dari Indonesia dan Malaysia, sedangkan soyoil dan minyak bunga matahari berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina. Dari Nepal, impor minyak nabati India pada Juli mencapai 83 ribu ton, naik dari 75 ribu ton pada Juni, menurut perkiraan GGN Research. (T2)
