InfoSAWIT, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif pada paruh pertama 2025. Sejumlah program strategis berhasil mendorong peningkatan produksi sumber daya alam, memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), serta mempercepat pemerataan akses listrik hingga wilayah terpencil.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/8), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan capaian tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya target swasembada energi dan hilirisasi. “Langkah-langkah ini adalah wujud nyata upaya pemerintah memastikan ketersediaan energi untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Kamis (14/8/2025).
Dari sektor minyak dan gas bumi, kinerja produksi menunjukkan tren positif. Akumulasi produksi migas rata-rata mencapai 111,9 persen dari target APBN 2025. Produksi minyak pada Juni 2025 tercatat 608,1 ribu barel per hari atau 100,5% dari target 605 ribu barel per hari. Rata-rata produksi semester pertama mencapai 602,4 ribu barel per hari atau 99,5% dari target.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Rabu (13/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Kembali Menguat
“Di bulan Juni produksi kita sudah melampaui target APBN sebesar 605 ribu barel, sekarang sudah 608 ribu. Ini capaian yang membanggakan. Insya Allah di 2025 ini target APBN bisa tercapai. Dan ini baru pertama kali sejak 2008,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM.
Kinerja positif juga terlihat pada pemanfaatan biodiesel berbahan baku Crude Palm Oil (CPO). Hingga Juni 2025, penggunaan biodiesel domestik mencapai 6,8 juta kiloliter (kl) dari target tahunan 15,6 juta kl. Program ini memberikan dampak ekonomi signifikan, mulai dari penghematan devisa sebesar USD 3,68 miliar atau setara Rp60,37 triliun dari berkurangnya impor solar, hingga peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel senilai Rp9,51 triliun. (T2)
