InfoSAWIT, KUTAI BARAT – Balai Kampung Mencimai, Kecamatan Barong Tongkok, dipadati puluhan petani sawit pada 21–22 Agustus 2025. Mereka hadir untuk mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim), yang bertujuan mengubah cara pandang petani sawit dari sekadar pekerja kebun menjadi penggerak ekonomi modern.
Kegiatan bertajuk Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan Tahun 2025 ini dibuka oleh Plt. Kepala Disbun Kaltim yang diwakili penyuluh pertanian, Roni Helpani. Dalam sambutannya, Roni menegaskan bahwa kelapa sawit tetap menjadi komoditas unggulan yang berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat.
“Sawit tidak hanya menghasilkan minyak, tapi juga harapan. Namun, kita perlu perbaikan manajemen kelembagaan, peningkatan produktivitas, dan tata kelola pemasaran yang lebih terarah,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Disbun Kaltim, Senin (25/8/2025).
Sebanyak 20 petani dari Kelompok Tani Sinar Tani I menjadi peserta pelatihan. Mereka diajak memahami pentingnya kekuatan kelompok tani sebagai wadah untuk meningkatkan posisi tawar di pasar. Materi pelatihan disampaikan oleh dua pengajar, Teguh Harianto dan Bastianus Zaevi, yang menekankan tidak hanya pada teknik budidaya, tetapi juga strategi kelembagaan agar petani mampu bertahan menghadapi tantangan pasar global.
BACA JUGA: Ekspor Sawit Juni 2025 Naik Hampir 29%, Ditopang Lonjakan Permintaan China dan India
Roni menekankan bahwa transformasi petani sawit tidak akan tercapai tanpa perubahan pola pikir. “Kebersamaan, kepercayaan, dan kerja kolektif adalah kunci. Kalau pola pikir berubah, kelembagaan petani akan lebih aktif, produktif, dan bisa membawa kesejahteraan nyata bagi anggota,” katanya.
Disbun Kaltim berkomitmen melanjutkan pendampingan berkesinambungan melalui petugas di tingkat provinsi, kabupaten, hingga lapangan. Harapannya, Kelompok Tani Sinar Tani I dapat menjadi contoh sukses transformasi petani sawit di Kutai Barat—bukan hanya produktif di kebun, tetapi juga tangguh secara kelembagaan serta sejahtera dalam kehidupan sosial ekonomi. (T2)
