InfoSAWIT, JAKARTA — Minyak jelantah dari minyak sawit yang selama ini kerap dianggap limbah rumah tangga, kini berubah menjadi komoditas bernilai tambah. PT Pertamina (Persero) berhasil mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah, yang tak hanya mendukung pengurangan emisi di industri penerbangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan, kehadiran SAF akan mendorong terbentuknya ekonomi sirkular. Masyarakat bisa berperan aktif sebagai pemasok bahan baku, sehingga limbah minyak goreng dapat diproses menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
“Ekosistem Pertamina SAF akan menggerakkan ekonomi sirkular di masyarakat. Lewat program UCollect, masyarakat dapat mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga dan menukarkannya di titik-titik pengumpulan yang telah kami sediakan,” kata Fadjar dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Senin (25/8/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Agustus 2025 Naik Rp. 25,02 per Kg
Pertamina saat ini sudah menempatkan 35 UCollect Box di sejumlah lokasi strategis, mulai dari SPBU, rumah sakit IHC Pertamina, hingga pusat layanan publik di Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Palembang. Daftar lengkap titik pengumpulan bahkan bisa diakses melalui aplikasi MyPertamina.
Selain melibatkan rumah tangga, Pertamina juga menjalin kemitraan dengan sektor komersial seperti hotel, restoran, dan kafe untuk memperluas rantai pasok minyak jelantah. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi SAF secara berkelanjutan. Menurut Fadjar, penggunaan SAF berpotensi mengurangi hingga 84 persen emisi dibandingkan bahan bakar avtur konvensional, sejalan dengan target transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
BACA JUGA: Kolaborasi BPDP, Ditjenbun dan IPB Training Dongkrak Kompetensi Petani Sawit di Aceh
“Ke depan, kapasitas produksi SAF akan terus ditingkatkan. Dengan dukungan publik, ekosistem energi bersih bisa berkembang lebih pesat dan manfaatnya dirasakan bersama,” pungkasnya. (T2)
