InfoSAWIT, PONTIANAK – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pemenuhan kebutuhan benih unggul untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan. Langkah ini ditegaskan dalam kunjungan ke Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat, Sabtu (23/8), dengan fokus pada penyediaan benih padi gogo yang cocok ditanam di lahan perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan komoditas lainnya.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyebut kebutuhan benih padi gogo di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat, sangat besar. Ia menekankan peran BRMP Kalbar dalam mendukung penyediaan benih padi gogo untuk sistem tumpang sisip di lahan perkebunan, dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
“Selain padi gogo, BRMP Kalbar juga diharapkan berkontribusi dalam penyediaan benih tanaman perkebunan lain, seperti kelapa sawit dan kelapa, yang menjadi komoditas utama di wilayah ini,” ujar Roni dikutip InfoSAWIT dari FB Ditjenbun, Selasa (26/8/2025).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Senin (25/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Kepala BRMP Kalbar, Anjar Suprapto, memastikan pihaknya siap mendukung program tersebut. “BRMP Kalbar siap menyukseskan program penanaman padi gogo di lahan perkebunan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Selain meninjau BRMP, rombongan juga mengunjungi CV Tunas Indo Perkasa, salah satu penangkar benih kelapa sawit, untuk memastikan kesiapan benih yang akan disalurkan kepada peserta program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
BACA JUGA: Unilever Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, Dorong Hilirisasi Berkelanjutan
Dalam kesempatan itu, Abdul Roni kembali menegaskan pentingnya mutu benih sawit yang akan diterima petani. “Benih sawit yang disalurkan harus jelas asal-usulnya dan benar-benar unggul. Jangan sampai petani dirugikan karena menerima benih yang tidak berkualitas. Keberhasilan perkebunan, termasuk sawit, berawal dari benih yang baik,” tandasnya. (T2)
