Produksi, Konsumsi dan Kredit Sertifikasi CSPO.
Tahun 2023, produksi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) telah meningkat hingga 7,3% atau menjadi sebesar 9,27 juta ton. Konsumsi domestik bertumbuh hingga 6,9% menjadi 340 ribu ton, dengan serapan pasar sebesar 1,6% dari produksi yang dihasilkan.
Penyaluran kredit sertifikasi kepada petani kecil kelapa sawit pada periode September 2023 hingga Agustus 2024, secara total mencapai US$ 6 juta ton atau meningkat sebesar 23% (yoy), melibatkan dukungan pendanaan ramah lingkungan, sertifikasi berkelanjutan dan konservasi hutan.
Konservasi dan Berkelanjutan.
Indonesia telah berhasil melakukan kegiatan High Conservation Value/Nilai Konservasi Tinggi (HCV/NKT) seluas 160.826 hektar atau sebesar 35% dari total luas lahan NKT global, yang mencapai seluas 466.608 hektar, melalui sertifikasi RSPO di perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 24% pekerja perempuan di perkebunan kelapa sawit, sebesar 13% telah bekerja pada bidang administrasi atau manajemen perusahaan.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Naik ke US$ 954,71/MT, Bea Keluar Ditahan di US$ 124/MT, PE Dikenakan 10%
Kerjasama Strategis Pemangku Kepentingan.
Upaya melakukan kerjasama strategis dari para pemangku kepentingan sangat penting dilakukan, seperti kolaborasi RSPO dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), bertujuan mendukung tujuan Pemerintah Indonesia mencapai 1 juta petani berkelanjutan. Tonggak sejarah baru ini termasuk; Kesepakatan (MoU) di Jambi dengan melibatkan lebih dari 1.100 petani, program koperasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan sertifikasi kolektif di Provinsi Aceh yang melibatkan 2.500 petani dan Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 1.566 petani.
SHINE programme (REA Kaltim), melibatkan sebanyak 600 petani swadaya terhadap sertifikasi RSPO dan kepatuhan regulasi EUDR hingga Tahun 2027. Konservasi orangutan di Kepulauan Salat, sebagai kerjasama antara PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), didirikan melalui Remediation and Compensation Procedure (RaCP) dan skema kredit petani kecil kelapa sawit. (Ignatius Ery Kurniawan)
