InfoSAWIT, JAKARTA – Indonesia telah melanjutkan peranannya sebagai pemimpin transformasi Sustainable Palm Oil (SPO). Peranan ini dilakukan, melalui sertifikasi berkelanjutan, pembiayaan petani kecil, melindungi hutan dan meningkatkan peluang pasar RSPO yang inklusif, patuh aturan hukum dan berbagai kegiatan konservasi biodiversitas.
Berikut fakta keberhasilan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) akan transformasi SPO yang telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun di dunia termasuk Indonesia berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bisnis minyak sawit berkelanjutan:
Sertifikasi dan Keanggotaan Bertumbuh.
Keanggotaan RSPO di Indonesia pada periode Januari sampai Oktober 2024, meningkat hingga 6%, terutama dari perusahaan perkebunan kelapa sawit termasuk petani kecil kelapa sawit.
BACA JUGA: Dasbor Nasional Dituntut Jadi Pintu Ekspor Komoditas Berkelanjutan Indonesia
Sertifikasi areal kebun sawit pada 2023 bertambah sebesar 8,4% dan hingga September 2024 bertambah sebanyak 5%, sertifikasi areal kebun sawit terkini, seluas 2,7 juta hektar. Sebanyak 42 Pabrik Kelapa Sawit dan 40 grup petani kelapa sawit bertambah tersertifikasi pada periode Tahun 2023 hingga Kuartal ketiga Tahun 2024.
Petani kecil kelapa sawit yang berhasil tersertifikasi, melonjak hingga 60% pada periode Tahun 2023 (yoy) menjadi sebanyak 25.579 petani swadaya dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 58.418 hektar.
Dampak pada Pekerja dan Petani Kecil Kelapa Sawit.
Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan total luas sebesar 352.311 hektar di Indonesia, beroperasi dengan standar Prinsip dan Kriteria (P&C), yang merepresentasikan sekitar 60% dari luasan perkebunan kelapa sawit dunia.
BACA JUGA: Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Sejak Tahun 2013, dukungan pendanaan RSPO Smallholder Support Fund (RSSF) telah mendanai 67 proyek dengan besaran dana mencapai US$ 1,59 juta, melibatkan 14.149 petani. Selanjutnya, sebanyak 14 proyek pada periode Februari 2023 hingga Januari 2024 dengan mendukung lebih dari 4.500 petani kelapa sawit.
