InfoSAWIT, PALANGKARAYA — Upaya melibatkan generasi muda dalam edukasi sawit berkelanjutan terus digencarkan oleh Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI). Melalui pelatihan bertajuk Pelibatan Konten Kreator Muda untuk Edukasi Generasi Z tentang Petani Swadaya dan Sawit Berkelanjutan, yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 25–27 September 2025, sebanyak 18 peserta dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengangkat isu sawit berkelanjutan melalui media digital.
Peserta pelatihan berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Tengah. Dari kegiatan tersebut, para peserta berhasil menghasilkan 36 karya konten kreatif dengan sudut pandang dan narasi beragam — mulai dari kisah inspiratif petani swadaya hingga edukasi tentang praktik perkebunan ramah lingkungan.
Dilansir InfoSAWIT dari Fortasbi, Senin (20/10/2025), dari puluhan karya yang dihasilkan, FORTASBI akhirnya memilih dua konten kreator terbaik, yaitu Hikmah Yani Chaniago dari Subulussalam, Aceh, dan Nabillah Nissya Fadhilah dari Yogyakarta. Keduanya akan mewakili Indonesia dan FORTASBI sebagai ambassador YOUth @RT2025, sebuah inisiatif baru dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang untuk pertama kalinya menghadirkan para pemuda dari berbagai negara ke ajang konferensi tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–5 November 2025.
BACA JUGA: Konglomerat Sawit Pantai Gading Jean-Louis Billon Siap Rebut Kursi Presiden
Konferensi RT sendiri merupakan forum global yang mempertemukan para anggota RSPO, pemangku kepentingan industri, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas tren, inovasi, serta tantangan terkini dalam industri minyak sawit berkelanjutan. Tahun ini, RSPO memperkenalkan YOUth @ RT2025 sebagai ruang khusus bagi generasi muda untuk terlibat langsung, berdiskusi, dan berjejaring dengan para pemimpin industri guna membangun masa depan sawit yang lebih inklusif dan tangguh.
Program YOUth @RT2025 diikuti oleh 30 peserta muda berusia 18–35 tahun dari berbagai negara, terdiri atas mahasiswa, profesional muda, inovator, dan aktivis di bidang pertanian berkelanjutan, aksi iklim, dan perlindungan lingkungan. Para peserta akan mendapatkan pengalaman langsung melalui diskusi, workshop, dan kolaborasi lintas negara.
FORTASBI menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya dua duta muda ini. “Kami berharap kehadiran Hikmah dan Nabillah di YOUth @RT2025 dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk memahami dan berkontribusi dalam pembangunan sawit berkelanjutan,” tulis pernyataan resmi FORTASBI.
BACA JUGA: CPOPC dan World Bank Angkat Sawit di Panggung Dunia
Melalui langkah ini, FORTASBI menegaskan komitmennya dalam membangun jembatan antara petani swadaya dan generasi muda, agar narasi sawit Indonesia tidak hanya tentang produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, inovasi, dan masa depan hijau yang inklusif. (T2)
