InfoSAWIT, ABIDJAN — Jean-Louis Billon, pengusaha sukses dan pewaris salah satu keluarga terkaya di Pantai Gading, mengubah kerajaan bisnisnya menjadi kendaraan politik. Di usia 59 tahun, taipan sawit ini kini memantapkan langkahnya sebagai kandidat dari generasi baru yang ingin membawa perubahan.
Billon memimpin SIFCA, konglomerasi agroindustri keluarga yang mendominasi sektor kelapa sawit dan karet di Pantai Gading. Dengan pengalaman panjang membangun perusahaan raksasa swasta, ia yakin mampu mentransformasi ekonomi nasional.
“Mereka yang berinvestasi dan berani mengambil risiko, pantas memimpin arah bangsa,” ujar Billon di hadapan ribuan pendukungnya di Dabou, kawasan industri dan pertanian di barat Abidjan dilansir InfoSAWIT dari billionaires.africa, Senin (20/10/2025). “Ini saatnya kita mengambil peran,” tambahnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Tergabung di SPKS Minta Presiden Prabowo Lindungi Petani Sawit di Kawasan Hutan
Dari Perkebunan Keluarga Jadi Raksasa Sawit Afrika Barat
Nama Billon sudah lama identik dengan sektor perkebunan. Berawal dari usaha tani keluarga, bisnis itu berkembang menjadi salah satu grup agribisnis paling berpengaruh di Afrika Barat. Kini, SIFCA menguasai jaringan perkebunan, pabrik, dan kilang yang beroperasi hingga ke luar Pantai Gading.
Menurut Billionaires.Africa, kekayaan keluarga Billon diperkirakan mencapai lebih dari US$1,2 miliar, menempatkan mereka di puncak elite ekonomi negara tersebut. Billon sendiri meniti karier dari bawah hingga menjabat sebagai Menteri Perdagangan (2012–2017) di masa koalisi partai PDCI dengan pemerintahan berkuasa.
Di bawah kepemimpinannya, SIFCA memperluas kapasitas produksi dan menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di daerah pedesaan, sesuatu yang kini ia jadikan bukti bahwa sektor swasta dapat menjadi motor pembangunan nasional.
BACA JUGA: Perlindungan Baru dari MK: Masyarakat di Kawasan Hutan Kini Tak Bisa Dijerat Sanksi
Membangun Koalisi Baru di Tengah Ketegangan Politik
Langkah Billon menuju kursi presiden tidak mudah. Meski berasal dari Partai Demokratik Pantai Gading (PDCI), ia tidak mendapatkan dukungan penuh partainya setelah kandidat resmi PDCI didiskualifikasi. Ia pun membangun aliansi baru bersama kelompok muda dan loyalis di luar lingkaran elite politik lama.
Dalam berbagai kampanye, Billon menekankan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial, menjanjikan peningkatan gaji bagi tenaga pengajar, tenaga kesehatan, dan pegawai negeri, serta pembangunan di luar kota Abidjan.
