“Melalui akuisisi ini, POSCO International telah menambah 128.000 ha perkebunan dan sekarang memiliki total basis pertanian global seluas 150.000 ha, termasuk perkebunannya yang ada di Papua, Indonesia,” tulis Posco.
Posco juga menyebut SGRO mengoperasikan perkebunan kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan, serta memiliki anak usaha di bidang benih kelapa sawit dan lembaga penelitian yang disebut menempati peringkat kedua dalam pangsa pasar domestik Indonesia.
Salah satu faktor yang dinilai menarik oleh Posco dalam akuisisi ini adalah profil kebun yang disebut sudah memasuki fase matang produksi. Kondisi tersebut dinilai membuat perusahaan dapat menikmati keuntungan relatif stabil sejak awal kepemilikan.
BACA JUGA: Pajak Ekspor CPO Indonesia Naik ke 12,5%, RHB Review Target Harga CPO 2026
“Bisnis kelapa sawit merupakan industri jangka panjang dengan imbal hasil tinggi karena panen dapat dilakukan tiga hingga 4 tahun setelah penanaman dan produksi berlanjut selama lebih dari 20 tahun,” tulis Posco.
Dengan perubahan nama menjadi PT Prime Agri Resources Tbk., serta komposisi komisaris baru, SGRO kini bersiap melangkah sebagai bagian dari strategi Posco membangun portofolio sawit yang lebih terintegrasi, termasuk untuk mendukung rantai pasok energi terbarukan di masa depan. (T2)
