InfoSAWIT, JAKARTA — PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) memasuki babak baru setelah resmi berada di bawah kendali Posco International Corporation. Emiten perkebunan sawit dan crude palm oil (CPO) ini tak hanya berganti identitas korporasi, tetapi juga merombak jajaran dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (13/1/2026).
Dalam agenda rapat tersebut, manajemen SGRO mengajukan tiga poin utama. Dua di antaranya adalah persetujuan perubahan nama perseroan serta perubahan susunan dewan komisaris.
“Rapat menyetujui perubahan nama perseroan dari semula PT Sampoerna Agro Tbk. menjadi PT Prime Agri Resources Tbk.,” tulis manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi, pertengahan Januari 2026.
BACA JUGA: Denda Triliunan Satgas PKH, Bom Waktu yang Mengancam Industri Sawit
Namun demikian, manajemen juga menyiapkan opsi jika nama baru tersebut belum dapat disetujui oleh Kementerian Hukum RI maupun instansi terkait lainnya. Alternatif nama yang disiapkan yakni PT Prime Agro Resources Tbk. atau PT Premier Agri Resources Tbk.
Eka Dharmajanto Mundur, Byoungsun Kong Jadi Komisaris Utama
Selain pergantian nama, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Eka Dharmajanto Kasih dari jabatan Komisaris Utama SGRO. Sebagai pengganti, perseroan menunjuk Byoungsun Kong sebagai Komisaris Utama yang baru.
Sementara itu, Raden Bagus Permana Agung Dradjattun dan Saud Usman Nasution tetap menduduki posisi Komisaris Independen.
Perubahan ini menegaskan proses restrukturisasi manajemen setelah Posco resmi menjadi pemegang saham pengendali perusahaan.
Posco Kuasai 65,721% Saham, Tebus Rp9,44 Triliun
Langkah besar ini terjadi setelah Posco International Corporation, melalui anak usahanya AGPA Pte. Ltd., mengakuisisi 65,721% saham SGRO yang sebelumnya dimiliki Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited.
Untuk memboyong sekitar 1,19 miliar lembar saham, Posco menebusnya dengan nilai transaksi mencapai Rp9,44 triliun, dengan harga Rp7.903 per lembar saham.
BACA JUGA: Kenanga Ramal Harga CPO 2026 Bertahan di RM4.000 per Ton, Pasokan Global Masih Ketat
Posco Klaim Perkuat Rantai Nilai Penuh Sawit untuk Biofuel
Melalui akuisisi ini, Posco menyatakan telah melengkapi rantai nilai penuh bisnis minyak sawitnya, mulai dari pengembangan benih hingga produksi minyak sawit yang diproyeksikan menjadi bahan baku biofuel.
Mengutip laman resminya, Posco menilai akuisisi SGRO memperkuat ekspansi global perusahaan di sektor agribisnis.
