InfoSAWIT, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi melalui konsep Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA). Strategi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri berkelanjutan.
Dilansir InfoSAWIT dari keterangan resmi Pemerintah Provinsi Riau, ditulis pada Minggu (12 April 2026), Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa provinsi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor implementasi sistem integrasi sawit dan sapi, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional.
Menurutnya, Riau siap berperan sebagai laboratorium implementasi SISKA sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan investasi. Selain itu, daerah ini juga diarahkan menjadi pusat pengembangan hilirisasi sawit yang terintegrasi dengan sektor peternakan.
BACA JUGA: PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Awal Implementasi Serangga Penyerbuk Unggul Sawit
Ia menjelaskan, skema integrasi yang diusulkan bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan melalui kombinasi kegiatan perkebunan dan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tercipta nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi daerah dan masyarakat.
Lebih lanjut, Syahrial menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun global, untuk mendukung keberhasilan implementasi SISKA. Kolaborasi ini mencakup penguatan riset, pemanfaatan teknologi, hingga dukungan investasi.
Pemerintah Provinsi Riau juga melihat peluang besar untuk menjadikan wilayahnya sebagai pusat integrasi agroindustri berbasis sawit sekaligus hub investasi di sektor pangan dan energi berbasis biomassa.
BACA JUGA: Stok Minyak Sawit Malaysia Turun Tiga Bulan Beruntun, Ekspor Melonjak Tajam
Dalam upaya mempercepat realisasi program tersebut, pemerintah daerah membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Investasi yang ditawarkan mencakup pengembangan industri hilir sawit, integrasi peternakan sapi, serta berbagai sektor turunan yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit.
Dengan dukungan investasi dan kolaborasi yang kuat, Riau optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis integrasi perkebunan dan peternakan di Indonesia. (T2)
