Dengan kata lain, konservasi bukan lagi beban biaya, ini bagian strategi korporasi.
Indonesia adalah produsen sawit terbesar dunia. Skala yang selama ini menjadi sasaran kritik justru dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam ekonomi rendah karbon. Jika tata kelola, sistem pengukuran (Measurement, Reporting, and Verification/MRV), dan regulasi nasional disiapkan dengan kokoh, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam perdagangan karbon berbasis lanskap tropis.
Bilamana pemerintah dengan para pihak mampu mengintegrasikan petani pekebun sawit dalam skema karbon kolektif. Tersambung dalam tiap PKS yang memiliki methane capture dan mendokumentasikan seluruh kawasan HCV yang diverifikasi dan diakui secara global. Maka sawit Indonesia dapat menjadi model perkebunan sawit yang kredible untuk terlibat dalam pasar karbon dan biodiversitas dunia. (*)
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
