Sesi berikutnya berlangsung di areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), di mana peserta mempelajari pemeliharaan tanaman muda, identifikasi gejala serangan hama dan penyakit, serta metode pengendalian yang sesuai.
Sementara pada areal Tanaman Menghasilkan (TM), peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengelolaan tanaman produktif, penentuan tingkat kematangan panen, identifikasi gangguan organisme pengganggu tanaman, hingga simulasi panen menggunakan peralatan yang lazim digunakan di perkebunan.
Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik teknis, dan kunjungan lapang, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi petani sawit rakyat sehingga produktivitas kebun dapat terus ditingkatkan. Selain itu, penguasaan teknik budidaya yang baik juga diharapkan mampu mengurangi kesalahan teknis di lapangan serta mendorong terwujudnya petani sawit yang lebih profesional, mandiri, dan sejahtera. (T2)
