4 Anak Usaha KAS Group Raih ISPO, Targetkan Seluruh Kebun Rampung Tersertifikasi di 2027

oleh -391 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Tim Sustainability KAS Group bersama tim lembaga sertifikasi PT Global Gateway Certifications Indonesia (GGCI), saat penyerahan sertifikat ISPO, di Jakarta.

Pandangan serupa datang dari sisi Lembaga Sertifikasi. ISPO Scheme Manager PT Global Gateway Certifications Indonesia (GGCI), Vallen Sakti Maulana, menjelaskan bahwa audit ISPO terhadap empat perusahaan KAS Group dimulai pada Januari 2026. Setelah melalui proses verifikasi, perbaikan, dan penilaian menyeluruh, sertifikat akhirnya diterbitkan dan diserahkan pada 6 Juni 2026.

Menurut Vallen, seluruh aspek dalam prinsip dan kriteria ISPO bersifat wajib. Tidak ada ruang untuk memilih sebagian dan mengabaikan yang lain. Mulai dari legalitas usaha dan hak atas tanah, praktik perkebunan yang baik, pengelolaan lingkungan, perlindungan hak pekerja, hubungan dengan masyarakat sekitar, transparansi rantai pasok, hingga aspek keberlanjutan jangka panjang harus dipenuhi secara bersamaan.

“Perusahaan perkebunan tidak bisa berdiri sendiri. Mereka berada di tengah masyarakat dan lingkungan yang harus dijaga. Karena itu hubungan sosial dan tanggung jawab lingkungan menjadi bagian penting dari sertifikasi,” katanya.

BACA JUGA: Kementan Dorong Transformasi Sawit Nasional, Produktivitas dan Kemitraan Pekebun Jadi Kunci

Dalam proses audit, Vallen melihat komitmen manajemen menjadi faktor pembeda. Baik manajemen pusat maupun unit operasional di lapangan menunjukkan kesediaan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Dokumentasi yang tertata, pengendalian proses operasional yang baik, serta keterbukaan terhadap perbaikan menjadi modal penting dalam memenuhi standar ISPO.

Landasan hukumnya pun semakin kuat setelah sertifikasi ISPO ditegaskan sebagai kewajiban melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi tersebut menjadi pendorong bagi perusahaan-perusahaan perkebunan untuk meningkatkan kepatuhan sekaligus memperkuat praktik keberlanjutan.

Bagi GGCI, keberhasilan empat perusahaan KAS Group memperoleh sertifikat ISPO diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif semata. Sertifikasi harus menjadi tanggung jawab yang terus dijaga melalui implementasi tujuh prinsip utama ISPO dalam kegiatan sehari-hari.

BACA JUGA: Vision AI Mulai Digunakan untuk Pantau Perkebunan Sawit dari Pembibitan hingga Panen

Harapannya sederhana namun penting, keberhasilan empat perusahaan tersebut dapat menjadi model bagi unit usaha lain di dalam KAS Group yang masih berada dalam proses menuju sertifikasi. Sebab pada akhirnya, keberlanjutan tidak berhenti pada selembar sertifikat yang terpajang di dinding kantor, melainkan tercermin dalam konsistensi menjalankan praktik usaha yang mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas, kesejahteraan pekerja, dan kelestarian lingkungan.

Menariknya, proses sertifikasi ISPO di lingkungan KAS Group berjalan relatif lancar. Lantaran keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan kuat para General Manager (GM), Manager Kebun, Mill Manager dan Tim di lapangan, yang memiliki peran penting dalam kelancaran proses sertfikasi ISPO di unit-unit operasional, serta secara aktif mengawal pemenuhan berbagai persyaratan di lapangan. Faktanya kolaborasi tersebut menjadi faktor penting yang mempercepat proses sertifikasi, sehingga sejumlah unit usaha mampu memperoleh sertifikat ISPO dalam waktu yang relatif singkat.

Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap praktik produksi yang bertanggung jawab, pencapaian ini menjadi lebih dari sekadar pemenuhan regulasi. Sertifikasi ISPO kini menjadi indikator bahwa perusahaan telah menempatkan tata kelola, ketertelusuran, dan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 12-18 Agustus 2026 Turun Rp61,74 per Kg

Bagi KAS Group, pencapaian tersebut sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan transformasi perusahaan. Dengan fondasi yang telah dibangun serta dukungan kuat dari jajaran manajemen hingga karyawan di lapangan, implementasi ISPO tidak lagi dipandang sebagai target administrasi semata, melainkan sebagai budaya kerja yang terus diperkuat. Dalam lanskap industri sawit yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas, langkah ini dapat menjadi modal penting bagi KAS Group guna memperkuat daya saing sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. (*)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Juli 2026

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com