InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia melonjak 3% pada Kamis (14/4/2022), terkerek naik akibat adanya peningkatan harga minyak nabati global, akibat adanya kekhawatiran pasokan yang ketat, menyusul perang Rusia – Ukraina yang berlanjut.
Kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Juni 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 151 per ton, atau naik sekitar 2,46%, menjadi RM 6.286 (US$ 1.488,16) per ton pada awal perdagangan.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, adanya kegagalan perundingan antara pengemudi truk komoditas dengan pemerintah di Argentina pada Rabu (13/4/2022), tidak mampu mengakhiri pemogokan yang terjadi, kondisi ini justru mengancam pasokan jagung dan kedelai pada musim panen.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Ikuti Harga Minyak Kedelai yang Melandai
Dimana harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,7%, memperpanjang kenaikan semalam 3,5%. Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 1,5%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 3%.
Analis teknis Reuters Wang Tao mencatat, harga inyak kelapa sawit mungkin akan berada di RM 6.326 per ton, dengan potensi peningkatan harga sekitar RM 6.454 – RM 6.548 per ton.
Sementara harga minyak mentah di bursa berjangka turun sedikit, setelah naik tajam pada paruh pertama minggu ini, karena para pedagang mempertimbangkan peningkatan yang lebih besar dari stok minyak AS terhadap ketatnya pasokan global. (T2)
