Mekar Terdorong Investor
Sangat disayangkan, lantaran banyaknya gejolak di masyarakat bisa berdampak buruk bagi pembangunan daerah. Padahal, menurut Jabar, perubahan banyak terjadi setelah investasi masuk ke tempat kelahirannya. “Berbeda sekali, sekarang enak,” kata pria kelahiran tahun 1963 di Kolonodale itu.
Sebagai putra daerah, dari bapak asal Bugis dan ibu keturunan Mori (masyarakat asli Morowali) ia tahu persis bagaimana sejarah, potensi serta perubahan yang terjadi di tanah kelahirannya. Diakuinya bahwa daerahnya maju dan berkembang berkat kehadiran investor. Sebelumnya kawasan yang dikenal Morowali maupun Morowali utara merupakan bagian dari Kabupaten Poso.
Pemekaran berlangsung mulus. Investor datang mengelola potensi dan kekayaan setempat. Masyarakat pun mendapat penghasilan dan mengalami peningkatan taraf ekonomi. Dampak lanjutannya juga terlihat, infrastruktur jalan lebih baik, banyak daerah yang terhubung. Mobilitas masyarakat pun lebih mudah. “Sebagai masyarakat yang menginginkan daerah ini maju dan tumbuh, kalau diminta pilih, saya pilih perkebunan sawit sebagai investor,” katanya.
BACA JUGA: Minyak Sawit Indonesia Masih Kompetitif Dibanding Malaysia, Ini Musababnya
Itu sebabnya, Jabar mengaku khawatir terhadap tindakan para oknum pengklaim lahan. Apalagi bila klaim tersebut menyangkut investasi besar. Tidak bisa dipungkiri, PT ANA merupakan salah satu perusahaan yang memberi kontribusi bagi ekonomi daerah.
“Kalau ada pikiran orang yang seakan-akan mau mengusir, mengenyahkan PT ANA, saya ragu mereka punya komitmen terhadap daerah ini, saya memiliki data betapa dampak positif sawit bagi perkembangan kawasan dan ekonomi masyarakat itu nyata,” tandas Jabar. (T6)
