InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat naik menjadi Rp 11.600/kg pada Jumat (23/12/2022), dengan demikian terdapat kenaikan sekitar Rp 10/Kg, bila dibandingkan dengan harga CPO pada Kamis (22/12/2022) yang mencapai Rp 11.590/kg.
Diungkapkan Praktisi Bisnis dan Eks Inteligent Market Pemasaran di PTPN 7, Boyke Suratin, pada penutupan harga di Bursa Malaysia untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2023 masing-masing masing mencapai RM 3.863 per ton, RM 3.886 per ton dan RM 3.898 per ton, harga tersebut turun bila dibandingkan pada kontrak sebelumya yang mencapai RM 3.914 per ton, RM 3.944 per ton dan RM 3.960 per ton.
Lebih lanjut kata Boyke, aksi ambil untung (profit taking) dan beberapa sentimen telah membuat harga minyak sawit di pasar bursa sempat menurun. “Hanya saja dengan adanya isu gangguan pasokan telah mendorong harga lebih baik,” katanya kepada InfoSAWIT, Jumat (23/12/2022).
Merujuk surat edaran KPBN No 225/KPBN/X/02/XII/2022, kegiatan KPBN untuk tender minyak sawit mentah (CPO) dan karet terakkhir dilaksanakan pada 23 Desember 2022 dan akan dimulai kembali pada Selasa, 3 Januari 2023 mendatang.
Sementara dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, untuk wilayah Belawan, Kuala Tanjung & Dumai harga CPO mencapai Rp 11.600/Kg. Sementara harga CPO di Talang Duku dibuka Rp 11.400/kg, terjadi withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 11.300/kg.
Lantas, harga CPO di Teluk Bayur dibuka Rp 11.450/kg, terjadi withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 11.264/kg.
Berikut rincian hasil Tender KPBN (Rp./Kg), Excld PPN periode Jumat (23/12/2022):
CPO________
Franco Belawan, Kuala Tanjung & Dumai Rp.11.600-EUP
Talang Duku Rp. 11.400 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 11.300-EUP
Teluk Bayur Rp. 11.450 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 11.264-WNI
(T2)
