InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia turun pada Rabu (4/1/2023) dari level tertinggi pada sesi sebelumnya, Kendati adanya pengurangan hak ekspor minyak sawit dari Indonesia yang dipangkas menjadi 6 kali telah membantu harga minyak sawit tidak semakin menurun.
Dilansir Reuters, kontrak acuan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 50 per ton, atau terdapat penurunan sektar 1,18%, menjadi RM 4.203 (US$ 954,36) per ton selama awal perdagangan.
Merujuk informasi lima dealer yang disurvei Reuters, impor minyak sawit India pada Desember 2022 diprediksi melonjak 94% dari tahun sebelumnya ke rekor tertinggi untuk bulan tersebut, didukung adanya diskon minyak sawit yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya, pada akhirnya membuat pelaku penyulingan (Refineri) di India mulai meningkatkan pembelian selama periode musim dingin.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Periode 4-10 Januari 2023 Turun Rp 39,90/Kg, Cek Harganya..
Sementara merujuk laporan Surveyor Kargo Societe Generale de Surveillance, pada Selasa (3/1/2023), ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk Desember turun 0,5% menjadi 1.512.468 ton dari sebelumnya mencapai 1.519.560 ton yang dikirim selama November.
Lantas, ekspor minyak sawit dari Indonesia diperkirakan akan melemah selama tahun 2023, paska terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 19 /DAGLU/KEP/ 12/2022, Tentang Penetapan Rasio Pengali Sebagai Dasar Penetapan Hak Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached, And Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, telah menetapkan Rasio Pengali sebesar 6 (enam) kali dari besaran hasil validasi terhadap pelaksanaan pemenuhan kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation) untuk Crude Palm Oil dan/ atau minyak goreng yang dilaporkan melalui SIMIRAH, sebagai dasar penetapan Hak Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, dan disampaikan kepada Lembaga National Single Window untuk menjadi referensi pada Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) dalam validasi pengajuan Persetujuan Ekspor.
Masih dilansir Reuters, kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian, DBYcv1 turun 0,7%, sementara kontrak minyak sawit, DCPcv1 juga turun sekitar 0,1%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik setelah sebelumnya sempat turun 1,4%. (T2)
