Para ahli di seluruh dunia telah memastikan bahwa minyak sawit aman dan tidak perlu ditakuti. Ada lebih dari 165 studi nutrisi pada minyak sawit yang bertujuan untuk memahami bagaimana efek minyak sawit terhadap lipid darah dan lipoprotein telah dilakukan di seluruh dunia.
Masih butuh riset lainnya untuk memastikan? Di bawah ini adalah rangkuman penelitian pada manusia yang menunjukkan bahwa minyak sawit tidak membahayakan jika dikonsumsi sesuai anjuran.
Siri-Tarino et al ., 2010. Am J Clin Nutr., 91(3):535-46, dalam penelitian ini tidak ada bukti signifikan untuk menyimpulkan bahwa diet lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, penyakit kardiovaskular, atau stroke.
BACA JUGA: KGSI Lakukan Pengembangan Bibit Sawit Anti Ganoderma
Lantas, De Souza et al ., 2015. BMJ, 351:h3978, menyebut tidak ada hubungan antara asupan lemak total dan kejadian penyakit jantung, stroke iskemik, diabetes tipe 2 atau kematian akibat penyebab tersebut.
Demikian pula Chowdhury et al ., 2014. Annals of internal medicine, 160(6):398-406, dalam studi ini tidak secara jelas mendukung rekomendasi untuk mendorong konsumsi tinggi asam lemak tak jenuh ganda dan rendahnya konsumsi lemak jenuh total.
Fattore et al ., 2014. Am. J.Clin. Nutr, 99:1331–50, mencatat konsumsi minyak sawit tidak mengancam lipid darah dan penyakit jantung koroner.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Raih Sertifikat RSPO, Hanya Dalam 3 Tahun
Catat MPOC, ada juga studi klinis manusia yang diterbitkan yang menyamakan minyak kelapa sawit dengan minyak lain yang rendah lemak jenuh seperti minyak zaitun dan minyak kanola untuk hasil yang serupa pada kolesterol total, LDL dan HDL pada manusia.
Sebuah studi tahun 2014 dari Institut Mario Negri untuk Farmakologi di Milan, (Jurnal Nutrisi Klinis Amerika oleh Dr. Elena Fattore dan Roberto Fanelli), membenarkan hal ini dan menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa minyak sawit berbahaya. (T2)
