InfoSAWIT, JAKARTA – Sejarah Indonesia mengembangkan perkebunan kelapa sawit secara komersil dicatat Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berada di Provinsi Sumatera Utara.
Dilansir InfoSAWIT dari laman resmi PPKS, pengembangan perkebunan kelapa sawit komersil, dilakukan sejak Tahun 1911 silam, dimana perkebunan kelapa sawit dikembangkan secara komersil dengan luas lahan perkebunan hingga 2630 hektar.
Berawal tahun 1911 di Provinsi Sumatera Utara, dimana seorang warga negara Belgia, Adrien Hallet dan K. Schadt, warga negara Jerman, sebagai pencetusnya.
BACA JUGA: Ini Loh Pabrik Kelapa Sawit Pertama di Indonesia Dibangun Tahun 1918 di Sumatera Utara
Adrien Hallet, seorang warga negara Belgia, membangun perkebunan kelapa sawit pertama seluas 6.500 acre (~2630 ha) pada 1911, di wilayah Sumatra bagian Timur mencakup Pulo Raja (Asahan) dan Sungai Liput (Aceh).
Pada saat yang bersamaan, K. Schadt, warga negara Jerman, menanam 2.000 bibit kelapa sawit di Tanah Itam Ulu. Penanaman ini dicatat sebagai tonggak pengembangan kelapa sawit komersil dengan skala ekonomi bisnis di Indonesia.
Sejarah ini bermula dari Tahun 1878, Direktur Kebun Raya Bogor merancang sebuah plot percobaan kelapa sawit seluas 1 acre (0,4 ha) di Economic Garden, Bogor. Kelapa sawit tersebut diduga menjadi sumber kelapa sawit yang ditanam pada perkebunan tembakau di Sumatra, yang kemudian digunakan sebagai tanaman hias di pinggir-pinggir jalan menuju bungalow dan gedung pusat. Minimnya publikasi mengenai manfaat kelapa sawit pada masa tersebut menyebabkan tidak adanya industri perkebunan kelapa sawit sebelum 1911.
BACA JUGA: Butuh Kolaborasi Antar Institusi Guna Menjalankan Program Riset Dan Pengembangan di Sektor Sawit
Meskipun hasil pengujian di plot-plot percobaan menunjukkan hasil yang sangat baik, tetapi pengembangan kelapa sawit pada skala ekonomi pada masa itu tidak segera dikembangkan oleh Pemerintah Belanda.
Bahkan, setelah perang dunia pertama, industri kelapa sawit berkembang cukup pesat. Kendati sulit berkembang saat Perang Dunia terjadi. (T1)
