InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim telah mengadakan pertemuan di kediaman resmi PM Malaysia, di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, pada Kamis, 8 Juni 2023. Pertemuan ini merupakan kesempatan bagi kedua pemimpin untuk membahas sejumlah kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di berbagai bidang.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kolaborasi dalam melawan diskriminasi terhadap kelapa sawit dan komoditas lainnya. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Malaysia untuk melindungi komoditas-komoditas ini dari perlakuan yang tidak adil dari negara-negara lain.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap misi bersama yang dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia di Brussels. Misi ini bertujuan untuk mempromosikan dan membela kepentingan kelapa sawit dan komoditas lainnya di tingkat internasional.
BACA JUGA: Berikut Empat Strategi BPDPKS Dalam Hadapi Tekanan Pasar Uni Eropa
“Jangan sampai komoditas-komoditas yang dihasilkan oleh Malaysia, oleh Indonesia, didiskriminasi di negara lain,” kata Jokowi dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Jumat (9/6/2023).
Lebih lanjut, Presiden hendak memastikan bahwa produk-produk kelapa sawit dan komoditas lainnya yang dihasilkan oleh Indonesia dan Malaysia tidak lagi mendapatkan perlakuan yang tidak adil di pasar global.
Kedua pemimpin juga membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk memperkuat kerja sama dalam melawan diskriminasi kelapa sawit dan komoditas lainnya. Ini termasuk upaya diplomasi yang lebih intensif, penggunaan data dan fakta yang akurat untuk membantah klaim negatif, serta promosi produk-produk tersebut di pasar internasional.
BACA JUGA: Sawit Berperan Penting di Sektor Industri Agro, Kapasitas Pabrik Sawit Indonesia Capai 84,8 Juta Ton
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Presiden Joko Widodo dan PM Anwar Ibrahim untuk membahas kerja sama di bidang lainnya, seperti perdagangan, investasi, pariwisata, dan pertukaran budaya antara kedua negara. Kedua pemimpin sepakat untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan bagi kedua negara. (T2)
