InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai upaya mewujudkan percepatan implementasi sawit berkelanjutan di Indonesia dan membawa lebih banyak lagi petani sawit swadaya Indonesia berpartisipasi dalam mengimplementasikan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia meluncurkan program Nota Kesepahaman (MoU).
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) berkolaborasi merancang beberapa program MoU sedemikian rupa untuk memperkuat dan mengembangkan kelembagaan petani swadaya melalui koperasi petani swadaya di Indonesia, membantu serta mendukung petani sawit swadaya Indonesia agar memiliki kelembagaan yang lebih kuat dan sehat yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya, lingkungan dan masyarakat.
Diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dengan adanya kerjasama ini dengan RSPO akan memperkuat korporatisasi petani sawit sekaligus memperkuat produksi kelapa sawit dari hulu hingga hilir.
BACA JUGA: Di Kalbar Lahan Konsesi Sawit 3,4 Juta Ha, yang Memiliki HGU 1,9 Juta ha
Kerjasmaa ini kata Teten, selain memperkuat korporatisasi dan petani, bersama RSPO akan memperkuat produk-produk kelapa sawit (CPO) sampai nanti di tinglat pasar. Terlebih sawit merupakan salah satu keunggulan ekonomi domestik. Dimana para pelaku UMKM sektor sawit menyumbang 3,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dilakukan hilirisasi industri sawit, dengan mengoptimalkan produk-produk turunan dari kelapa sawit menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” kata Teten, saat memberikan sambutan pada penandatanganan MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan RSPO, dihadiri InfoSAWIT, di Jakarta (10/7/2023).
Lebih lanjut kata Teten, bahwa Presiden menginginkan agar kelapa sawit di Indonesia tidak hanya diproduksi menjadi CPO saja, melainkan bisa diproduksi menjadi produk turunan lainnya yang lebih bernilai.
BACA JUGA: Empat Sub Holding PalmCo Catat kenaikan Produksi, Siap IPO di Akhir Tahun
“Pak Jokowi ingin ada hilirisasi, oleh karena itu perluasan kebun untuk perusahaan besar dikurangi agar mereka tidak memperluas kebun tapi memproses sawitnya menjadi produk,” tandas dia. (T2)
