InfoSAWIT, JAKARTA – Guna memberikan informasi yang sahih terhadap masyarakat dan pembuat kebijakan di negara-negara kawasan Uni Eropa, BPDPKS mendorong berbagai kegiatan promosi, misalnya melakukan promosi di beberapa negara, yang memerlukan koordinasi dengan seluruh stakeholder, baik itu Kemenlu (Ditjen Amerika Eropa), Kemendag dan Kemenperin untuk kolaborasi kampanye negatif sawit.
Diungkapkan Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya, perlu ada update informasi mengenai sawit untuk para KBRI/KJRI sebagai bahan untuk menangkal atau menjawab kampanye negatif.
“Negara sasaran untuk meng-counter kampanye negatif sawit di Uni Eropa utamanya adalah Perancis, Belgia, Belanda, dan Jerman,” katanya dalam acara FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 14, bertajuk “Mengintegrasikan Industri Hulu Hingga Hilir Sawit Berkelanjutan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, awal Juni 2023 lalu di Jakarta.
BACA JUGA: Minyak sawit Bebas Lemak Trans
Lantas strategi lain yang dapat dilakukan, kata Mauli ialah dengan melibatkan pelaku usaha di Eropa dalam sosialisasi sehingga dapat lebih diterima oleh masyarakat Eropa.
“Kegiatan promosi di Uni Eropa perlu dilaksanakan dengan konsisten dan perencanaan yang baik sehingga tepat sasaran atau ditujukan ke audience yang tepat,” katanya.
Sebab itu BPDPKS kedepan berharap, dengan pertumbuhan produksi minyak sawit di tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dan berkontribusi 32 persen terhadap produksi minyak dan lemak global (oil and fats). Serta penyerapan CPO didukung dengan peningkatan demand dalam negeri yang didorong dengan peningkatan volume Biodiesel sebesar 10,6 juta KL di tahun 2022, maka di tahun 2023 diproyeksikan akan semakin meningkat dengan pelaksanaan B35.
BACA JUGA: BPS – BPDPKS Sepakat Bangun Satu Data Sawit
Diakui atau tidak produk hilir telah mendominasi volume ekspor, walaupun sempat menurun pada 2022 akibat kebijakan larangan ekspor dan DMO, namun demikian diakhir tahun terjadi peningkatan dan pada 2023 diproyeksikan ekspor kelapa sawit akan kembali normal.
“Harga minyak sawit tahun 2023 akan masih berfluktuasi, namun dengan implementasi B35, diproyeksikan baseline harga di pertengahan tahun di angka US$970/MT,” tandas Mauli. (T2)
