InfoSAWIT, BANDA ACEH – Industri minyak kelapa sawit (CPO) adalah industri yang sangat bergantung pada kualitas tandan buah sawit (TBS) yang digunakan dalam proses produksi. Kualitas TBS sawit akan memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir minyak kelapa sawit.
Sebab itu diungkapkan Penasehat Manajemen Pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit, Prof. Ponten Marulitua Naibaho, dalam menentukan kualitas buah sawit bisa dilihat dari beberapa hal, diantaranya, kematangan TBS sawit sangat berpengaruh pada rendemen perolehan CPO, buah mentah kandungan (rendemen) minyak dibawah rendemen label.
Lantas, buah mentah selain kandungan minyak rendah juga berakibat tlngkat ekstraksi rendah. “Lantaran membutuhkan perebusan buah leblh panjang dari buah matang,” ungkap Prof. Ponten Marulitua Naibaho saat menjadi salah satu pembicara pada Andalas Forum Ke-IV di Banda Aceh, Kamis (19/10/2023).
BACA JUGA:
Kemudian kata Prof Ponten, rendemen buah dura lebih rendah dari buah Tenera. Buah mentah dan buah peram dan buah memar menunjukkan faktor kehilangan minyak yang tlnggl norma (1.65 %), kandungan sampah akibat pemeraman mengakibatkan proses pengempaan tidak efektif, sehlngga kehllangan minyak pada ampas press tlnggl, (< 4% wb).
Smentara, TBS sawit dengan kandungan brondolan rendah akibat tidak dikutip atau dialihkan pada PKS lain kan menyebabkan rendemen CPO yang rendah. ‘’Kandungan air TBS sawit yang disebabkan oleh hari hujan yang tlnggi akan menurunkan rendemen CPO dan Kernel,” tandas Prof. Ponten. (T2)
