InfoSAWIT, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi kepada Belanda yang membuat proyek SustainPalm di Indonesia, walaupun masih ada upaya diskriminasi Uni Eropa terhadap komoditas Indonesia, utamanya produk minyak kelapa sawit.
Diungkapkan Menteri Luar Negeri Belanda Hanke Bruins Slot, proyek ini sangat penting untuk mendorong kerja sama kelapa sawit berkelanjutan dengan Indonesia, seba itu demi masa depan hijau dan berkelanjutan, Indonesia dan Belanda akan bersama-sama mengatasi deforestasi.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas upaya besarnya dalam mengurangi deforestasi dalam beberapa tahun terakhir,” katanya dalam pernyataan bersama di Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2023.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Stagnan Pada Rabu (1/11), Selama Oktober Harga CPO Naik 0,76 Persen
Hingga saat ini tutur Slot, negaranya menjadi salah satu importir minyak sawit berkelanjutan terbesar di Uni Eropa. “Dan kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Indonesia untuk menjadikan sektor kelapa sawit lebih berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Indonesia siap berkolaborasi dengan Malaysia untuk melawan Uni Eropa terkait dengan diskriminasi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa.
Adanya Undang-Undang Anti-Deforestasi yang mengatur tentang larangan impor barang hasil penggundulan hutan. Aturan ini bertujuan untuk memastikan konsumsi dan perdagangan tidak berkontribusi terhadap deforestasi dunia. (T2)
