InfoSAWIT, JAKARTA – Harga kontrak minyak sawit berjangka d Bursa Malaysia turun untuk sesi keempat pada Rabu, (6/12/2023) dan mencapai titik terendah sejak 1 November 2023, menyusul melemahnya hraga minyak nabati lainnya, kendati persediaan pada akhir November diperkirakan rendah.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menurun RM 81 per ton atau terdapat penurunan sekitar 2,14%, menjadi RM 3,700 (US$ 792,12) per ton pada istirahat tengah hari.
Diungkapkan pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur, adanya penurunan permintaan yang cukup besar untuk produk olein di Dalian telah mendorong harga minyak sawit terus mengalami penurunan. “Meskipun munculnya pembeli harga murah telah menahan kerugian,” katanya dilansir Reuters.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 6-12 Desember 2023 Turun Rp 80,57/kg, Cek Harganya..
Lantas harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 tercatat turun 1,98%, sedangkan harga kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 anjlok 3,43%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 turun 0,22%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya, lantaran mereka bersaing memperoleh bagian di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Epistemic Community and Market Forum Antisipasi Dampak EUDR Bagi Petani Sawit
Menurut Refinitiv Commodities Research, melemahnya harga minyak nabati dan bahan bakar gas telah membebani harga kelapa sawit. Pasar kelapa sawit bergejolak karena lemahnya pasar minyak nabati lainnya, namun prospek pengurangan stok dapat membatasi penurunan tersebut. (T2)
