InfoSAWIT, JAKARTA – Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2022. Dalam laporan terbaru, BPS mencatat bahwa produktivitas kelapa sawit mencapai 3,6 ton CPO/hektare/tahun pada tahun tersebut, menunjukkan penurunan sebesar 1,66% dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya yang sebesar 3,7 ton CPO/ha/tahun.
Dikutip InfoSAWIT dari dataindonesia.id, sejak beberapa tahun terakhir, produktivitas kelapa sawit Indonesia masih menunjukkan tren yang berfluktuasi. Misalnya pada tahun 2019, produktivitas kelapa sawit mencapai puncaknya dengan mencetak rekor sebesar 3,9 ton CPO/ha/tahun. Namun, kondisi mulai berubah pada tahun 2020, di mana terjadi penurunan yang berlanjut
Dari data tersebut, terlihat bahwa hanya 26 provinsi yang mencatatkan produktivitas kelapa sawit pada tahun 2022. Papua menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan produktivitas kelapa sawit tertinggi, mencapai 5,07 ton/ha/tahun. Disusul oleh Sumatera Utara dengan produktivitas sebesar 4,52 ton CPO/ha/tahun dan Kalimantan Tengah mencapai 4,45 ton CPO/ha/tahun.
BACA JUGA:
Tercatat, penurunan produktivitas kelapa sawit ini perlu memperoleh perhatian serius bagi industri kelapa sawit Indonesia. Faktor-faktor seperti perubahan iklim, teknik pertanian, dan kebijakan pemerintah dapat berpotensi mempengaruhi produktivitas kelapa sawit di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan produktivitas kelapa sawit di masa yang akan datang. (T2)
