Lantas ketiga, jejak kepemilikan lahan, dimana nasional seperti SIMS dan e-MSPO Malaysia dan Dashboard Nasional Indonesia dipresentasikan. Uni Eropa berjanji mendukung pengembangan jejak kepemilikan tanah di sektor komoditas yang relevan.
Keempat data ilmiah tentang deforestasi, dalam diskusi fokus pada kemajuan Observatorium Uni Eropa tentang deforestasi. Kemungkinan kerja sama dalam pengembangan peta yang komprehensif dan akurat dieksplorasi.
Serta kelima, perlindungan data, yang mana keberatan pemerintah Indonesia dan Malaysia terkait data geolokasi dibahas, dengan kedua negara menekankan perlindungan data. Uni Eropa menjelaskan bahwa geolokasi tidak terkait dengan data pribadi.
BACA JUGA: BPDPKS di 2024 Bakal Tingkatkan Kualitas Pelayanan untuk Kemajuan Industri Sawit
Pertemuan menetapkan tim khusus untuk setiap workstream dengan jadwal kerja. Hasilnya akan menjadi masukan untuk pertemuan ke-3 yang dijadwalkan pada September 2024 di Brussels. Diskusi tingkat menteri direncanakan pada April, dengan kunjungan Komisioner Eropa untuk Lingkungan, Laut, dan Perikanan, Sinkevicius, ke wilayah tersebut. (T2)
