“Dalam mengembangkan biofuel, kita tidak boleh hanya mengandalkan sawit. Kita bisa mencapai tujuan tersebut dengan menggandeng minyak nabati lainnya,” ujar Rapolo Hutabarat.
Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2024, akan diperlukan tambahan 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pasokan B40, sehingga penting untuk menjaga kelangsungan pasokan bahan baku agar investasi dalam industri ini tetap berlanjut.
Dengan mengatasi hambatan regulasi, fokus pada inovasi dan keberlanjutan, serta diversifikasi dalam sumber bahan baku, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam industri minyak sawit dan mendukung perkembangan sektor biofuel untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. (T2)
