InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatif kemungkinan akan diperdagangkan lebih tinggi seminggu kedepan ini karena sentimen positif yang sedang berlangsung, kata seorang dealer.
Pedagang minyak sawit David Ng menyatakan bahwa sentimen positif di pasar minyak sawit diperkirakan akan terus meningkat dalam minggu mendatang, dengan antisipasi penurunan produksi karena pelaku pasar menunggu data output terbaru.
“Kami memperkirakan pasar akan diperdagangkan antara RM3.800 per ton dan RM4.000 per ton minggu depan,” katanya dilansir Bernama.
BACA JUGA: Dialog Industri Sawit Malaysia ke-14 (MPOID) Diskusikan Isu Utama Sawit
Di sisi lain, pedagang minyak sawit senior dari Grup Interband, Jim Teh, berpendapat bahwa aktivitas pengambilan keuntungan juga mungkin terjadi minggu depan, mengingat kinerja ringgit saat ini terhadap dolar AS.
“Mengenai stok, ada banyak stok minyak sawit di pasar Malaysia dan Indonesia, sehingga tidak ada masalah mendesak mengenai hal itu,” tambahnya, sambil menyebutkan bahwa harga CPO mungkin berkisar antara RM 3.500 per ton dan RM 3.600 per ton seminggu ini.
Ekspor produk minyak sawit Malaysia dari 1 hingga 20 Februari turun menjadi 676.949 ton dibandingkan dengan 828.910 ton dalam periode yang sama di bulan Januari, penurunan sebesar 151.961 ton atau 18,3 persen, menurut data surveyor kargo.
BACA JUGA: Pemerintah Polandia Tertarik Gunakan Cangkang Sawit Untuk Sumber Energi Ramah Lingkungan
Secara mingguan, kontrak spot untuk Maret 2024 naik sebesar RM59 menjadi RM3.969 per ton, April 2024 meningkat sebesar RM 47 menjadi RM 3.904 per ton, dan Mei 2024 naik sebesar RM 44 menjadi RM 3.853 per ton.
