InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak sawit India pada Februari 2024 mengalami penurunan drastis ke level terendah dalam sembilan bulan, demikian dilaporkan oleh lima dealer kepada Reuters pada hari Selasa. Penurunan ini terjadi karena kenaikan harga mendorong pembeli untuk mengurangi pembelian minyak tropis dan beralih ke minyak bunga matahari.
India, yang merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia, mencatatkan pembelian minyak sawit sebanyak 504.000 metrik ton pada bulan Februari, menurut perkiraan para dealer. Angka ini turun 35,6% dari bulan sebelumnya dan merupakan yang terendah sejak Mei 2023.
Managing Partner di pedagang minyak nabati dan broker GGN Research, Rajesh Patel mengatakan, impor minyak sawit telah menurun secara signifikan karena marjin negatif yang terus-menerus. “Sementar harga yang lebih kompetitif untuk minyak kedelai dan minyak bunga matahari,” katanya dikutip Reuters.
BACA JUGA: Supaya Persepsi Narasi Media dan Realitas di Perkebunan Sawit sama, Ini yang Perlu Dilakukan
Meskipun minyak kelapa sawit biasanya diperdagangkan dengan harga lebih rendah, penurunan stok telah membuat harganya naik di atas minyak pesaingnya. Impor minyak bunga matahari, misalnya, melonjak 34% menjadi 295.000 ton bulan lalu, sementara impor minyak kedelai turun 7,9% menjadi 174.000 ton.
Para dealer mengungkapkan bahwa minyak sawit mentah ditawarkan dengan harga sekitar $965 per metrik ton di India untuk pengiriman bulan April, sedangkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari ditawarkan masing-masing sekitar $950 dan $928 per ton.
Selain itu, penundaan pengiriman minyak bunga matahari dari bulan sebelumnya juga berkontribusi pada peningkatan impor minyak tersebut pada bulan Februari, karena serangan Houthi di jalur pelayaran Laut Merah.
BACA JUGA: Kementan Sebut Potensi Tumpang Sari Sawit-Padi Gogo di Areal Seluas 200 Ribu ha
Meskipun demikian, penurunan impor minyak sawit dan kedelai telah menurunkan total impor minyak nabati India pada bulan Februari menjadi 973.000 ton, mencapai level terendah dalam hampir dua tahun, dengan penurunan 18,4% dari bulan sebelumnya.
