InfoSAWIT, PONTIANAK – Di tengah potensi yang besar yang dimiliki perkebunan kelapa sawit Indonesia, terdapat peluang untuk diversifikasi usaha di sektor perkebunan kelapa sawit, terutama melalui pengembangan industri sapi. Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat, Purwati Munawir, yang merupakan Ibu dari tiga anak itu, permintaan daging sapi diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi, namun pasokan dalam negeri masih kurang memadai sehingga harus mengimpor dari negara lain.
“Pengembangan sapi diintegrasikan dengan usaha perkebunan sawit sangat dimungkinkan mengingat, sawit sebagai sumber pakan ternak sapi, kotoran sapi bisa sebagai sumber biogas, bahkan di beberapa lokasi dapat difungsikan sebagai alat angkut saprodi maupun TBS Sawit, dan sapi sebagai sumber penghasilan tambahan bagi petani,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Sebab itu kata Purwati, yang mulai masuk dunia sawit semenjak 1989 silam itu, wacana model pengembangan sawit – sapi perlu disikapi secara positif dengan tetap melakukan kajian teknis agroklimat lokasi kalbar untuk pengembangan sapi tersebut.
BACA JUGA:
lantaran selain peluang pengembangan industri sapi di perkebunan kelapa sawit, model tersebut juga dihadapkan pada sejumlah tantangan. Misalnya pertama, diperlukan kajian mendalam untuk memastikan bahwa pengembangan sapi di perkebunan sawit layak secara teknis dan ekonomi. Lantas kedua, diperlukan capacity building bagi pimpinan perusahaan kelapa sawit dan mitra mengenai pemahaman teknis dan ekonomi dalam pengembangan industri sapi.
Serta ketiga, dibutuhkan fasilitas pembiayaan yang memadai untuk pengadaan pemeliharaan dan sarana pendukung. Keempat, perlunya jaminan bagi para pelaku usaha mengingat perlakuan dan kebutuhan ternak sapi yang berbeda dengan tanaman kelapa sawit. Kelima, pentingnya adanya animo dan dukungan dari pemerintah serta stakeholders terkait. (T2)
