Meskipun terdapat penurunan ekspor ke beberapa kawasan, upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jangkauan pasar ekspor ke pasar-pasar nontradisional terus berlanjut melalui sejumlah terobosan.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia selama periode Januari–Maret 2024 mencapai US$ 62,20 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 7,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya ekspor nonmigas sebesar 7,53 persen dan migas sebesar 2,81 persen, sejalan dengan kondisi perdagangan global yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan demikian, meskipun menghadapi berbagai tantangan global, pencapaian surplus perdagangan dan peningkatan kinerja ekspor menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah. Langkah-langkah strategis untuk terus mengembangkan pasar ekspor dan diversifikasi produk akan menjadi kunci dalam memperkuat posisi perdagangan Indonesia di panggung global. (T2)
