InfoSAWIT, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melaksanakan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa sawit dan minyak makan merah di KUD Sumber Makmur, Desa Bukit Gajah, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat (12/7). Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi petani sawit setempat dengan mengintegrasikan seluruh proses mulai dari perkebunan hingga distribusi produk ke pasaran.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menegaskan bahwa pabrik minyak makan merah ini tidak akan merugi karena seluruh proses sudah terintegrasi dengan baik. Bahkan, minyak makan merah telah menarik minat pengusaha dari Malaysia. “Tidak perlu khawatir karena pabrik minyak makan merah hanya dimiliki dan dikelola oleh koperasi, bukan oleh usaha besar,” jelasnya dikutip InfoSAWIT dari Antara ditulis Senin (29/7/2024).
Pentingnya pengelolaan profesional ditegaskan oleh Teten, yang menyatakan bahwa Kemenkop UKM akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada koperasi untuk memastikan pabrik dapat dikelola secara efektif. Kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola pabrik menjadi kunci agar produk minyak makan merah dapat bersaing di pasar.
BACA JUGA: Petani Sawit di Kapuas Hulu Mulai Tergetkan Peroleh Sertifikasi ISPO
“Kami akan melakukan pelatihan dan pendampingan bagi koperasi agar mampu mengelola pabrik secara profesional. SDM yang kompeten penting dalam mengelola dan meningkatkan eksistensi pabrik agar minyak makan merah kompetitif,” kata Teten.
Teten berharap pabrik minyak makan merah ini dapat menjadi sarana bagi para petani sawit untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan adanya pabrik ini, petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari proses industri. “Jangan jadi petani terus, tapi harus sudah menjadi industriawan,” ujarnya.
Optimisme Teten terhadap pembangunan pabrik minyak makan merah di Pelalawan juga terlihat dari target penyelesaian yang diperkirakan rampung dalam waktu kurang dari empat bulan. Pembiayaan pembangunan pabrik ini akan didukung oleh dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM atau LPDB-KUMKM.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Diproyeksi Naik 45 Persen pada Juli 2024
Pembangunan pabrik minyak makan merah ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi bagi petani sawit di Pelalawan. Dengan dikelola oleh koperasi, diharapkan keuntungan dari produksi dan distribusi minyak makan merah dapat dirasakan langsung oleh petani. Ini juga menjadi model bisnis yang dapat diadopsi oleh daerah lain untuk mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan pabrik ini akan menjadi contoh bahwa koperasi mampu mengelola industri dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi anggotanya. “Pembiayaannya bakal didukung dana bergulir dari LPDB Koperasi dan UMKM atau LPDB-KUMKM,” kata Teten, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kemandirian ekonomi melalui koperasi. (T2)
