InfoSAWIT, JAKARTA – Wilmar terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga profesional melalui program ikatan dinas bagi lulusan penerima beasiswa. Program yang bekerja sama dengan Institut Stiper (Instiper) Yogyakarta ini telah berjalan selama delapan tahun dan berhasil melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang kini menempati posisi kunci di perusahaan.
Direktur Operasional Wilmar, Cheah Cee Wai, menegaskan bahwa para penerima beasiswa yang mengikuti program ikatan dinas mendapatkan peluang luas untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Menurutnya, banyak dari mereka yang kini telah menempati posisi strategis dalam struktur organisasi Wilmar. “Kami selalu memberikan kesempatan bagi karyawan untuk terbang lebih tinggi bersama perusahaan,” ujar Cheah dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (21/2/2025).
Acara tersebut juga menjadi momen penting bagi para penerima beasiswa yang telah menyelesaikan masa ikatan dinasnya selama delapan tahun di perusahaan. Cheah menyebutkan bahwa program ini terbilang sukses, dengan tingkat keberlanjutan ikatan dinas mencapai 68,75 persen sejak para peserta mulai berkuliah di Instiper hingga menyelesaikan ikatan dinas di Wilmar.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 21-27 Februari 2025 Naik Rp 113,17 per Kg
Salah satu penerima beasiswa, Roy Hidayat, kini menjabat sebagai Deputi Factory Manager PT Wilmar Padi Indonesia di Serang. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan perusahaan dalam mengembangkan diri dan memperoleh pengalaman kerja di berbagai industri yang dikelola Wilmar. “Perusahaan telah membuka pintu bagi saya untuk meningkatkan kemampuan. Saya selalu berusaha mengambil peluang yang ada,” ungkap Roy.
Roy juga menambahkan bahwa akses ke pendidikan tinggi dan peluang kerja yang diberikan Wilmar telah membantunya meraih kehidupan yang lebih baik. “Saya kini bisa membantu keluarga, membeli rumah, dan kendaraan. Saya adalah orang pertama di keluarga yang bekerja di perusahaan berskala global,” katanya.
Senada dengan Roy, Antonius Umbulero, yang saat ini menjabat sebagai Assistant Supervisor di PT Gersindo Minang Plantation, juga merasakan manfaat dari program ini. Berasal dari Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, yang masih didominasi oleh sektor pertanian tradisional, Umbulero merasa program beasiswa Wilmar telah memberinya kesempatan untuk menimba pengalaman serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan bersosialisasi. “Saya bersyukur bisa mengikuti program beasiswa ini. Saya bisa merasakan perbedaan antara daerah saya dan wilayah lain di Indonesia,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kejaksaan Agung Titipkan Aset Sitaan 200 ribu ha Milik PT Duta Palma ke Kementerian BUMN
Ke depan, Umbulero berharap dapat terus berkembang bersama perusahaan dengan terus belajar dari berbagai tantangan dan peluang yang ada. Program beasiswa dan ikatan dinas Wilmar ini diharapkan terus mencetak tenaga profesional unggul yang siap bersaing di industri kelapa sawit dan sektor lainnya. (T2)
